LIGA335 – Kereta Api (KA) Purwojaya relasi Gambir–Kroya mengalami insiden anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/10/2025) siang. Dua gerbong bagian belakang keluar dari rel sekitar kilometer 56+1/2 pukul 14.14 WIB.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh masinis KA Purwojaya.
“Begitu laporan diterima, petugas segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api lainnya,” ujar Ixfan dalam keterangan tertulis.
Seluruh Penumpang Dipastikan Aman
KA Purwojaya diketahui membawa 232 penumpang dengan rangkaian satu lokomotif, delapan kereta kelas eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.
Menurut Ixfan, seluruh penumpang berada dalam kondisi aman dan akan melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan selesai.
“KAI memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Seluruh penumpang KA Purwojaya dalam kondisi aman dan akan kami pastikan tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan selesai,” tegasnya.
Petugas Gabungan Lakukan Penanganan di Lokasi
Usai kejadian, petugas gabungan dari Stasiun Kedunggedeh, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Unit Jalan Rel, dan tim sarana Daop 1 Jakarta langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi rangkaian yang terdampak.
Pihak KAI juga menutup sementara jalur hulu dan hilir untuk memastikan keamanan perjalanan kereta lain. Pemeriksaan teknis masih berlangsung guna mengetahui penyebab pasti insiden anjlokan ini.
KAI: Mohon Maaf dan Janji Normalisasi Secepatnya
Ixfan menambahkan, KAI meminta maaf kepada pelanggan atas gangguan operasional yang terjadi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Saat ini petugas di lapangan terus bekerja melakukan normalisasi agar perjalanan kereta api dapat segera kembali lancar,” ujar Ixfan.
KAI memastikan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala mengenai perkembangan penanganan dan hasil pemeriksaan teknis di lapangan.
Sumber: lenteraberita.id

